Berhala kami

Berhala itu
Melotot tajam menyuruh kami duduk

Berhala itu
Menangis tersedu-sedu mengharap kami tak meninggalkannya lagi

Berhala itu
Marah kami tinggal barang sedetik

Berhala itu
Cemburu melihat punggung kami
Bercumbu ria dengan tuhan yang lain

Berhala itu
Kini mengungkung kami
Menyuruh kami diam patuh mendengarkan hingga larut
Kadang pula menyuruh kami tak tidur menemaninya
Sering menyuruh kami meninggalkan yang lain

Layar kotak kecil
Penyedia berbagai hiburan
Kini jadi berhala kami

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s