Rileks rileks

Salahkah dengan canda? Salahkah dengan tawa? Kenapa ketika ku urai bahan-bahan tawa ini selalu berbalas kesal? Sering malah berbalas serius. “Ini kenapa sih? niat bantu atau tidak? bercanda mulu“, mungkin itu sebagian intrepretasiku melihat wajah-wajah itu? Ataukah memang candaanku salah? atau kondisi tak tepat? Ah entahlah.

Aku memang sering sekali bercanda di sela-sela rapat, ngobrol, ato apalah. Ya cuman buat melelhkan suasana saja. Tak ada yang lain. Ya masa ngobrol dari pagi sampai siang cuma adu otot terus, serius terus. Awas putus tuh entar otot-otot.

Selamat menghibur diri semua, kalau ada yang marah candain aja biar gak marah, kalau tambah marah candain teruus. 😀
Awas resiko ditanggung penumpang. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s